Image of Catatan Kartun Romo Koko: Dari korupsi hingga pornografi

Text

Catatan Kartun Romo Koko: Dari korupsi hingga pornografi



Romo Koko, bernama asli Romo Bernardus Windyatmoko M. S. F., memulai tugas sebagai seorang pastor muda di kota kecil Salatiga. Waktu itu, zaman Orde Baru, muncul banyak dinamika sosial, politik, dan budaya di kota itu dan wilayah sekitarnya. Maklum ada Universitas Kristen Satya Wacana di kota itu, ada Arief Budiman, Ariel Heryanto, George Junus Aditjondro para akademisi yang suka bicara keras terhadap pemerintah Soeharto. Romo Koko menyaksikan banyak peristiwa di kota ini: pedagang kaki lima digusur, dokar dilarang masuk kota, sampai bagaimana para petani Kedung Ombo di Kabupaten Boyolali, tak jauh dari Salatiga bertahan mati-matian di tanah mereka yang ditenggelamkan untuk bendungan raksasa. Di kota ini dia belajar bagaimana menggabungkan kartun dengan realitas sosial, politik, dan budaya. Pindah dari Salatiga, ia berkarya di Jakarta. ia menggambar untuk majalah Hidup, majalah mingguan Katolik. Ia menokohkan dirinya sendiri untuk mengkritik kehidupan di dalam gereja katolik. Kritik-kritik kartunnya pedas, acapkali membuat orang tidak menyukainya. Tapi, ia jalan terus. Menurut Romo Koko, menertawakan diri sendiri adalah kritik yang paling efektif. Kartun-kartun yang dimuat dalam buku ini adalah kartun-kartun yang temanya lebih luas, tidak terbatas "menertawakan" peristiwa-peristiwa dalam gereja, lebih luas lai "menertawakan" peristiwa-peristiwa Indonesia. "Menertawakan" Indonesia adalah salah satu cara memperbaiki tanah air kita.


Ketersediaan

B2200491741.5 SAP cTrisakti School of Multimedia LibraryTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
741.5 SAP c
Penerbit Institut Studi Arus Informasi : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789798933615
Klasifikasi
741.5
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya