Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Brand Thinking
Buku ini membahas konsep brand thinking sebagai pendekatan berpikir strategis dalam membangun brand yang bermakna melalui desain komunikasi visual. Latar belakang penulisan buku ini berangkat dari kesenjangan yang ditemukan di dunia pendidikan desain Indonesia: mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) yang memiliki kemampuan teknis tinggi namun tidak dibekali cara berpikir strategis sebelum mengambil keputusan visual. Akibatnya, praktik branding — baik di tingkat mahasiswa, UMKM, perusahaan, maupun pemerintah daerah — kerap dimulai dari elemen visual seperti logo dan warna, tanpa landasan pemahaman tentang manusia, makna, dan strategi yang seharusnya mendahuluinya.
Buku ini menawarkan pergeseran paradigma yang mendasar: bahwa brand adalah fenomena manusia, bukan fenomena bisnis. Brand lahir dari cara manusia memberi nama, makna, dan kepercayaan pada pengalaman mereka — jauh sebelum ada logo atau panduan identitas visual. Untuk menjelaskan proses ini, buku ini memperkenalkan Human Meaning Cycle, sebuah model konseptual yang menggambarkan bagaimana manusia mengubah pengalaman menjadi makna melalui enam tahap: Experience, Attention, Interpretation, Meaning, Memory, dan Sharing. Model ini menjadi fondasi teoritis yang menopang seluruh pendekatan dalam buku ini.
Inti metodologis buku ini adalah framework orisinal SEE–THINK–DEFINE–DESIGN–ACT, yang diposisikan bukan sebagai lima langkah linier yang harus diikuti secara berurutan, melainkan sebagai lima pertanyaan yang selalu ditanyakan oleh seorang brand thinker. Setiap tahap memiliki fokus yang berbeda: SEE berkaitan dengan riset lapangan dan observasi kontekstual; THINK dengan penemuan insight yang bermakna dari data yang dikumpulkan; DEFINE dengan pengambilan keputusan strategis mencakup positioning, brand personality, brand promise, dan brand essence; DESIGN dengan penerjemahan strategi ke dalam sistem identitas visual yang koheren; serta ACT dengan implementasi brand melalui touchpoint, customer journey, campaign, dan audit berkala.
Setiap tahap framework dilengkapi dengan landasan teori, tools praktis, worksheet siap pakai, studi kasus, dan AI Prompts — serangkaian panduan penggunaan kecerdasan artifisial (KA) yang dirancang sebagai mitra kolaborasi, bukan pengganti proses berpikir manusia. Integrasi AI Prompts dalam setiap tahap merupakan salah satu keunikan utama buku ini, yang menempatkan kolaborasi antara manusia, metodologi terstruktur, dan kecerdasan artifisial sebagai cara kerja brand thinker di era kontemporer.
Dalam lanskap referensi branding berbahasa Indonesia, buku ini mengisi ruang yang belum banyak tersedia: sebuah referensi yang memadukan teori dan praktik secara seimbang, berakar pada konteks lokal Indonesia, dan mengintegrasikan pendekatan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab. Buku ini ditujukan terutama untuk mahasiswa program studi Desain Komunikasi Visual, namun relevan pula bagi praktisi branding, konsultan desain, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengajar DKV, serta siapapun yang ingin memahami dan menerapkan cara berpikir strategis dalam membangun brand yang bermakna.
Ketersediaan
| B2300015 | Trisakti School of Multimedia Library | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
Brand
|
|---|---|
| No. Panggil |
-
|
| Penerbit | Trisakti Multimedia Publishing : Jakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
116 halaman
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
text
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
1
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Budi Suyanto
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






